Pesatnya teknologi malah membuat moral para remaja semakin anjlok, pengaruh buruk yang ditimbulkan lebih banyak ketimbang pengaruh baik yang dicontoh. Bukan berarti teknologi sama sekali tak memiliki pengaruh baik pada remaja masa kini, banyak juga para remaja inspiratif yang berhasil mengharumkan nama bangsa melalui berbagai bidang berkat mudahnya akses informasi dan bertebarannya konten positif di internet. Tetapi pengaruh teknologi, khususnya teknologi informasi semacam Tiktok, Twitter dan Instagram juga banyak mempengaruhi pola pikir dan pola hidup para remaja yang malah menjurus kepada hal-hal negatif.
Pergaulan bebas, narkotika, dunia malam bahkan pembunuhan yang muncul di berita akhir-akhir ini banyak sekali para remaja yang menjadi aktor utama pada pemberitaan tersebut. Tidak jarang, akibat tuntutan pola hidup yang ekstrim membuat para remaja ini menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak sekali potret orang tua-orang tua yang rela banting tulang dari pagi hingga pagi lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan seorang anak yang nahasnya malah dipergunakan untuk hal tidak penting bahkan terkesan mubazir. Terkikisnya moral, hilangnya akal sehat, keruhnya pola pikir semua tergabung bahu-membahu menciptakan seonggok manusia tanpa tata krama yang bagaikan bom waktu, dapat meledak kapan pun. Coba kita lihat beberapa dampak teknologi, khususnya teknologi informasi yang membuat hancur generasi masa kini.
Hilangnya Hati Nurani
Entah sudah berapa juta kasus yang muncul ke permukaan, baik yang viral ataupun tidak, mengenai perilaku para remaja negeri ini yang bila dipikir oleh akal sehat sangatlah mustahil dilakukan. Pengeroyokan, pemerkosaan, penjarahan, perpeloncoan dan masih banyak lagi, dari yang hanya menimbulkan luka memar pada korban hingga hilangnya nyawa. Nahas bukan? sebegitu hancurnya kah moral para remaja di negeri ini sehingga bisa melakukan perilaku yang bahkan setan pun mungkin segan untuk melakukannya.
Pergaulan Bebas
Minuman keras, seks bebas dan perjudian menjadi hal yang lumrah dan sangat tren bagi sebagian besar remaja sekarang ini, mereka merasa jika berhasil melakukan salah satu atau semua hal tersebut membuat mereka menjadi keren. Lucunya, hal tersebut malah seperti menjadi prestasi bagi mereka yang dengan bangganya diceritakan pada teman sebagai salah satu pencapaian yang berhasil mereka raih.
Minimnya Pengetahuan Tentang Agama
Sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk beragama islam terbanyak di dunia, remaja sekarang sangat jauh dengan kata beriman, mereka meninggalkan semua hal yang berbau agama karena dianggap kolot dan tidak keren, yang membuat perilaku mereka semakin jauh karena tidak memiliki pegangan terhadap hidup, mereka sama sekali tidak memiliki pedoman hidup, hidup bagi mereka adalah apa yang membuat mereka senang, membuat mereka bebas, membuat mereka bisa melakukan apapun semua mereka. Menurut mereka, agama hanyalah pembatas hidup menuju kesenangan, mereka tidak mau dibelenggu aturan, agama menurut mereka adalah hal yang paling tidak perlu untuk dipelajari, apalagi diamalkan.
Kita sebagai para remaja, para pilar negara, harusnya bisa bersikap bijak menyikapi pesatnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dengan cara mempergunakannya dengan baik dan bijak, ambil sisi positifnya, terapkan pada kehidupan sehari-hari, dan tentunya buang sisi negatifnya. Banyak sekali para konten kreator yang berseliweran di internet yang membagikan hal-hal positif untuk kita pelajari, bahkan tanpa kita cari pun mereka akan datang dengan sendirinya karena saking banyaknya.
Termasuk golongan manakah kalian?

Posting Komentar