Deras Arus Sosial Media

source: healdarked(instagram)


Di zaman modern serba praktis sekarang ini, semua sangat mudah untuk diakses. Apapun yang kita mau bisa kita dapatkan, entah itu rilisan musik terbaru dari band favoritmu, film terbaru dari sutradara kesukaanmu, ataupun sekedar channel youtube favorit yang biasa menemani waktu luangmu. Semua bisa diakses hanya dengan sekali klik, semua bisa kita dapatkan hanya dalam waktu kurang dari 10 detik, keren bukan?. Tapi, yang jadi pertanyaan adalah seberapa berpengaruh apa yang kita lihat dan kita dengar di sosial media terhadap kehidupan kita sehari-hari?.

Dari sini negatif, mungkin kita akan dengan sangat mudah terpapar budaya yang sebenarnya sangat bertolak belakang dengan budaya asli kita yaitu budaya ketimuran. Mulai maraknya penggunaan pakaian yang kurang senonoh di ranah publik, ujaran kebencian dihiasi kata-kata kasar, pergaulan tanpa memperhatikan batas agama dan lingkungan, hingga hilangnya tata krama dan cara memperlakukan sesama manusia khususnya pada yang lebih tua merupakan beberapa contoh dampak negatif dari mudahnya akses khususnya terhadap sosial media di masa kini.

Tapi, bukan berarti mudahnya akses terhadap berbagai hal di masa kini tidak memiliki dampak baik bagi kita, tentu dampak baiknya pun tidak kalah banyak. Contohnya, banyak juga saudara-saudara kita yang bisa dibilang kurang mampu kini bisa lebih terperhatikan oleh pemerintah tentunya berkat sosial media. Hanya dengan berbekal telepon genggam kita bisa menyebarluaskan informasi ke penjuru dunia atau sering kita sebut dengan sebutan viral. Talenta-talenta muda dari berbagai bidang pun semakin banyak bermunculan berkat bantuan sosial media. Kini, mereka yang memiliki bakat dan talenta memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan bakat miliknya dibanding dengan muda-mudi bertalenta di zaman dulu.


Jadi, sosial media tidak melulu tentang pengaruh buruknya saja, banyak juga hal baik yang disebabkan oleh mudahnya akses dan cepatnya berita tersampai dari satu orang ke jutaan orang lainnya. Semua tergantung kita, bagaimana cara kita memaksimalkan nilai baik dan meminimalisir hal buruk yang terdapat didalamnya, dan tentunya seberapa bijak kita menggunakan sosial media.

Post a Comment