Ilmu Pasti Yang Tak Pasti Sepenuhnya

source: healdarked(instagram)

Ini bukan tulisan ilmiah dari orang yang ahli di bidang ini, hanya semacam perenungan filosofis saja. Sehingga jika menemukan kesalahan fakta dan data, maka saya mohon maklum.

Realitas fisik alam semesta ini selalu berubah secara relatif. Yang sangat sering kita lihat adalah air, ia menguap ketika dipanaskan. Maka uap ini tidak lagi dinamai dengan 'air' meski partikel penyusunnya sama. Atau batu raksasa yang ketika dikikis oleh air atau angin berubah menjadi kerikil kecil, pasir atau debu. Maka debu ini tidak lagi dinamai sebagai 'batu' meski dulu ia merupakan partikel penyusun batu tersebut.


Begitu juga dengan realitas fisik makhluk hidup seperti manusia. Partikel penyusun tubuh anda saat ini berbeda dengan partikel penyusun tubuh anda ketika masih bayi atau tua nanti. Anda saat ini bukanlah anda 1 detik yang lalu. Substansi atau zat dalam realitas fisik ini tidak pernah tetap/ sama. Logikanya adalah, sesuatu yang berubah tidak memiliki kepastian.


Lantas apa yang pasti dari ilmu pasti?


Sifatnya. Suatu partikel akan menaati suatu sifat atau hukum tertentu selama belum menerima suatu perlakuan. Air memiliki sifat mengalir ke bawah, selama belum terkena panas dan berubah menjadi uap yang mengalir ke atas. Sifat-sifat semesta inilah yang ditetapkan oleh Sang Pencipta, Allah. Disebut juga Sunnatullah. la tidak akan berubah, kecuali jika Allah berkehendak mengubahnya.


Namun sifat ini berbeda dengan sifat yang berlaku pada ruh atau kesadaran manusia. Manusia yang memiliki sifat ceria dapat berubah menjadi pemurung atau penyendiri. Sifat dari kesadaran manusia in tidaklah tetap atau pasti layaknya sifat partikel alam semesta tadi. Begitu juga dengan sifat dari kesadaran hewan, mereka dapat berubah. Hewan yang ganas dapat dijinakkan, dilatih, diubah perilakunya. Ini artinya sifat kesadaran berbagai makhluk hidup secara relatif dapat terus berubah.


Yang menarik, sejauh pemahaman saya, tidak seperti zat alam semesta yang terus berubah, zat atau substansi kesadaran manusia tidaklah berubah. Ruh anda yang nanti mungkin masuk surga adalah ruh yang sama dengan ruh yang pertama kali ditiupkan ke dalam realitas fisik di dunia. Kita mungkin bisa mengubah atau memodifikasi organ-organ tubuh manusia. Tangan, kaki, kulit, bahkan jantung dan otak. Tetapi ruh atau kesadaran tidak dapat diubah atau dimodifikasi secara zatnya. Tentu saja sifatnya bisa diubah.


Ruh manusia akan selamanya menjadi manusia, tidak akan berubah menjadi malaikat, Jin, kera atau yang lainnya, tentu kecuali jika Allah berkehendak demikian.

Itu artinya hal tersebut juga berlaku sebaliknya, zat kesadaran kera tidak akan berubah menjadi kesadaran manusia. Kesadaran kera tidak akan berevolusi menjadi manusia, tidak akan mungkin, meski Allah memanjangkan umur kera tersebut sampai waktu yang cukup lama untuk bisa berevolusi menurut teori-teori evolusi itu.


Kesimpulannya, ternyata realitas fisik yang dipahami sebagai ilmu pasti tidaklah benar-benar pasti. Zat-zat di alam fisik ini terus berubah, namun sifatnya tidak pernah berubah. Sebaliknya zat kesadaran manusia tidak pernah berubah, namun sifatnya selalu berubah.

Post a Comment