Para Pemburu Status Sosial

source: healdarked(instagram)


Remaja dan nongkrong merupakan dua kata yang sama sekali tidak bisa dipisah. Dimana ada remaja, disitulah mereka menongkrong, dimana ada tongkrongan, disitu pasti banyak remaja. Yang jadi pertanyaan adalah sepenting apakah menongkrong?

Sebagian besar anak muda pasti setuju, tiada hari tanpa menongkrong, entah itu hanya sekedar meminum kopi americano di coffee shop langganan, bertegur sapa dengan teman lama entah itu teman kerja atau kuliah, mengerjakan tugas bersama temen sekelas, atau sekedar berkumpul untuk bermain game mobile legend yang sedang sangat digandrungi para remaja saat ini, ‘pokoknya sing penting nongkrong’ kata mereka. Tujuan mereka pun sangat beragam, ada yang menongkrong untuk menghilangkan suntuk di lingkungan keluarga, ada yang menongkrong untuk mendapatkan status sosial di tongkrongan mereka, dan ada juga yang hal sekedar mengisi waktu luang dengan duduk bercengkrama dengan kawan lama.


Menongkrong memang asik, menghabiskan waktu berjam-jam hanya bermodal satu gelas kopi pahit dan sebungkus rokok bersama teman, mengobrolkan hal dari A-Z, membicarakan hal-hal yang sedang hangat saat ini, hingga hal serius seperti tujuan hidup untuk beberapa tahun kedepan, menongkrong tidaklah selalu buruk, bila kita bisa dengan jeli memilih teman untuk diajak menongkrong, menongkrong bisa jadi sangat bermanfaat contohnya berbagi relasi kerja, bertukar pikiran mengenai prospek suatu pekerjaan, bahkan merencanakan untuk membangun usaha bersama dengan teman tongkrongan, cukup banyak para anak muda yang berhasil membangun usahanya bermodal tekad dan kekompakan bersama teman-teman tongkrongannya, bisnis coffe shop itu sendiri adalah salah satu contoh paling nyata bahwa kumpulan anak muda bisa menghasilkan pundi-pundi uang bisa mereka tekun dan serius menggeluti apa yang menurut mereka berpeluang menjadi hal yg baik.


Semua kembali ke pribadi masing-masing, seberapa pintar kita mencari teman, seberapa cerdik kita memfilter obrolan, seberapa jeli kita membagi waktu untuk hal yang bersifat produktif dan hanya sekedar menghabiskan sisa waktu kita dikala semua kegiatan sudah kita selesaikan, semua tidak bisa dilihat dari satu arah saja, baik buruknya hal yang kita tekuni tergantung niat awal dari apa yg akan kita lakukan.

15 Komentar

  1. Banyakin menyadarkan diri

    BalasHapus
  2. Kendati nongkrong sering dianggap negatif karena terkesan buang waktu dan tidak produktif, tetapi tidak jarang dari nongkrong malah muncul ide besar yang berkembang menjadi hebat.
    Bisnis, pergerakan masyarakat, bahkan hingga berskala nasional.

    Dan tidak jarang, nongkrong akan mencairkan banyak kekakuan kita dalam hidup. Kaku menghadapi dunia, kaku saat berjumpa orang lain, hingga kaku terhadap diri sendiri.

    BalasHapus
  3. Buat IRT seperti saya, nongkrong itu janjian di cafe, atau di rumah teman yang bersedia dijadikan tempat mangkal, terus bahas masalah anak-anak dan kegiatan yang sedang digarap. Kelar, Bubar deh.

    BalasHapus
  4. Nongkrong hanya untuk hura-hura sebaiknya dijauhi karena akan berdampak negatif. Jadi mungkin harus bisa memilah-milah, nongkrong untuk apa dan dengan siapa.

    BalasHapus
  5. Saya termasuk orang yang cenderung malas nongkrong. Karena sebagaimana tulisan ini yang menyoroti sisi positif dan negatif dari budaya nongkrong. Berkaca dari pengalaman dulu, aktivitas nongkrong lebih banyak, didominasi kumpul-kumpul tanpa ada tujuan yang spesifik. Namun, itu kembali pada setiap individu dalam memaknai budaya nongkrong dalam keseharian mereka.

    BalasHapus
  6. Aku termasuk remaja yang jarang nongkrong. Itu pun karena selalu diwanti-wanti sama ibu, abis pulang sekolah harus langsung pulang, gk boleh keluyuran, nongkrong dsb. alhasil cuma ngedekem aja di rumah.

    BalasHapus
  7. Anak muda zaman sekarang memang banyak yang suka nongkrong, hal itu mereka lakukan karena mereka iseng dan seringkali membicarakan hal yang tidak penting.

    BalasHapus
  8. @ridho_nabilah
    Tulisannya bagus !!!
    Nongkrong boleh asal positif aja

    BalasHapus
  9. Kata yang baku itu menongkrong atau nongkrong?

    Btw, topiknya bagus, bahasanya juga ngalir.

    BalasHapus
  10. Dimana ada sisi positif pasti ada sisi negatif, menurut aku pribadi nongkrong itu satu hal yg positif sih cuma harus jelas nongkrong dengan siapa dan dimana tempatnya. Inget wakti saja jangan sampe keasikan nongkrong malah samapi lupa akan kewajiban

    BalasHapus
  11. Dulu saya suka nongkrong mba, tapi lama kelamaan saya berpikir buat coffee shop sendiri sambil nulis di kafe sndri ngawasin orang yang datang. Ternyata seseru itu mba, kadang ada faedahnya juga kalau kita ambil sisi baik dari semuanya

    BalasHapus
  12. Apa yang kita tabur itu yang bakal kita tuai nantinya

    BalasHapus
  13. Ngopi sek ben padang, dolan sek seng adoh.. Mungkin kurang lebih selorohan itu untuk mengambarkan banyak jalan menuju roma khusunya untuk mengambil ilmu dari berbagai tempat, asal ilmu yang positif dan bermanfaat bukan sebaliknya...

    BalasHapus
  14. Nongkrongnya harus sama orang² positif biar waktunya tidak dibilang terbuang percuma👍🏽
    Oh iya kak saran saya setiap paragraf jangan terlalu panjang biar gk jenuh bacanya🙏

    BalasHapus
  15. Sebagai orang yang sering nongkrong, memang menurutku ini perlu jika memang ada hal yang bisa dibicarakan, lebih baik lagi jika ada sesuatu yang bisa dihasilkan dari sana. Mantap bahasannya Kak.

    BalasHapus

Posting Komentar