Yanto sangat disenangi oleh rekan-rekan sepekerjaannya karena dikenal sangat rajin dan selalu mau membantu teman, bila salah satu dari teman yanto cuti bekerja, yanto lah yang selalu mengerjakan pekerjaan sang teman yang izin tersebut. Ia mampu bekerja maksimal 12 jam perhari selama satu minggu penuh. Bukan tanpa alasan kenapa yanto bekerja segiat itu, ia harus menjadi tulang punggung keluarga bagi keempat adiknya sepeninggalan ibu dan ayahnya dikarenakan kecelakaan lalu lintas. Yanto yang hanya lulusan SMA Swasta di kampungnya tidak punya banyak pilihan dalam memilih pekerjaan. Dikarenakan keterbatasan skill dan pengetahuannya itu membuat ia harus berusaha tiga kali lebih keras dari mereka yang sudah memiliki basic skill mumpuni di dunia kerja.
Yanto bekerja sebagai operator kemasan di tempat kerjanya. Ia bisa mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh 3 orang. Itu mengapa, hampir semua orang menyukainya baik itu rekan kerja maupun atasannya. Selain karena kepribadiannya yang baik, etos kerjanya pun sangatlah patut diacungi jempol.
Namun, petaka datang menghampiri yanto. Karena perkembangan zaman dan transformasi digital yang terjadi di indonesia, membuat yanto harus kehilangan pekerjaan satu-satunya. Tak disangka, pihak manajemen di perusahaan tempat yanto bekerja membeli sebuah robot untuk menggantikan semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh para operator kemasan, yang tidak lain tidak bukan merupakan bagian dimana yanto bekerja. Mau tidak mau akhirnya yanto pun di putus kontrak oleh perusahaan tempat ia bekerja.
Sekarang yanto kebingungan, ia kehilangan sumber gaji yang sangat ia butuhkan untuk menghidupi keempat adiknya. Apalagi adik yanto sedang sangat butuh sokongan dana untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari tentunya. Yanto kelimpungan setengah mati, ia harus terus memutar otak untuk menemukan cara bagaimana ia bisa menafkahi keempat adiknya. Ia tak menyangka sekejam itu perkembangan zaman menerjang dirinya. Ia hanya bisa terus berusaha dan selalu berdoa semoga nasibnya di indonesia 2024 lekas membaik.

Hidup memang tidak selalu bicara baik-baik saja. Kepedihan yang dirasa Yanto pada cerpen ini, bisa jadi dirasa pula oleh Maman, Muflihah, Tarmidi, Rosidah, hingga Jessica, dan berjuta orang baik lainnya di sana.
BalasHapusSemoga selalu ada hal baik yang dapat menjadi tumpuan dan semangat bagi kita semua untuk berani menghadapi hidup, yang setiap hari tentu tidak akan semakin ramah pada kita. Semoga selalu ada tangan-tangan Tuhan yang mengarahkan kita dan membukakan jalan keluar atas segala permasalahan yang dihadapi.
Semangat, ya!
Selain kemajuan teknologi yg menguntungkan, ternyata ada beberapa pihak yg rugikan, terutama bagi kaum kelas bawah.
BalasHapusSemoga kedepannya pemerintah tidak hanya memikirkan untuk terus mengembangkan teknologi di bidang industri tetapi juga memperluas lapangan kerja.
Perkembangan zaman ternyata sekejam dan semenakutkan itu.
BalasHapusEtos kerja yang baik ternyata tidak cukup untuk tetap survive di dunia kerja yang begitu dinamis.
BalasHapusBener banget Indonesia bahkan dunia sedang tidak baik-baik saja, semoga jiwa yanto dikuatkan untuk menjalani cobaan
BalasHapusYanto adalah representasi dari puluhan bahkan ratusan masyarakat Indonesia yang tidak sedang baik-baik saja di tengah arus perkembangan teknologi. yang pada satu sisi membawa perubahan, tapi pada sisi yang lain juga turut menghadirkan wajah kelam negeri yang perlu mendapatkan perhatian dari berbagai stakeholders terkait.
BalasHapusKerja keras pun tidak cukup untuk saat ini harus kerja cerdas dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman.. mantap tulisannya menarik
BalasHapusDampak dari transformasi digital memang sangat berpengaruh besar, baik itu dalan hal positif maupun negatif. Apalagi terhadap orang yang menjadi tulang punggung keluarganya.
BalasHapusSemoga kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia 2024 tidak hanya berpihak kepada para pengusaha besar, namun juga memikirkan nasib rakyat kecil
BalasHapusBuruh yang di PHK memang akan kebingungan, kemana ia mencari pekerjaan untuk keluarga nya .
BalasHapusAda banyak Yanto lain di luar sana. Semoga siapapun yang berada di posisi Yanto bisa tabah dan tetap semangat.
BalasHapusNH
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusManusia begitu dinamis. Manusia yang membuat perubahan. Sayangnya, manusia juga yang digilas perubahan
BalasHapusMasyaAllah, memang dampak transformasi digital semenakutkan itu ya, kinerja manusia sangat tergantikan dengan robot. Semangat Yanto, semoga segera diberikan pekerjaan ganti yang lebih baik 😊
BalasHapusYanto adalah satu dari sekian yang terkenal dampak tranformasi digital, tapi yanto tidak menyerah karena zama sekarang semakin banyak soft skill yang bisa dipelajari yang bergunan utk karir. Semoga orang2 seperti Yanto diluar sana diberi kekuatan untuk berjuang
BalasHapusSedih bgt ya bca kisahnya Yanto. Tp, dluar sana pasti ada yg real beneran menghadapi hal ky gini
BalasHapusPosting Komentar