darked: takberjudul

source: healdarked(instagram)

Masihkah kau ingat apa yang diri kecilmu pikirkan tentang masa ini? Dulu rasanya kita jauh sekali memikirkan akan sampai ke tahun 2023.


Masih asik kita dalam keseruan Doraemon di

Ahad pagi, menikmati aksi Detektif Conan atau menonton Barbie sambil ngemil jajanan.


Kita sudah mulai beranjak jauh dari masa kecil itu, sampai-sampai opening Tsubasa ketika didengar bukan lagi keseruan bola yang terlintas di memori; tapi juga kenangan hangatnya masa lalu yang tertawa lepas dan menangis karena urusan remeh.

Kita, sudah jauh berjalan. Jauh.


Sekarang sudah besar ya, kita? Rindukah dengan hari-hari dulu yang hari liburan sangatlah istimewa? Tak diganggu dengan telpon dari klien dan atasan yang tetiba. Ketika kita bisa duduk meringis bersama meski bukan di kursi mobil mewah; ia ternyata lebih megah di pematang sawah.

Tak bisa kau sanggah, akan ada sisi masa kecilmu yang selalu terkenang untuk kau rindu. Pada ayah ibu yang selalu ada untuk mendengar ocehanmu, saat tak ada yang perlu kau tutup-tutupi karena khawatir mereka ikut bersedih.

Sudah sejauh ini, ayo lebih semangat lagi.


Lihat orang-orang yang tersenyum itu. Di belakangnya bisa jadi ada segudang beban menumpuk. Namun mereka memilih tersenyum karena mereka tahu. Mereka sudah tahu bahwa sedih terus itu menguras tenaga, mengeluhkan takdir membuat kaku tangan dan kaki untuk berkarya.

Mereka menangis sampai sesenggukan jika diperlukan. Mereka tersungkur sampai demam ketika lelah menampar badan. Tapi setelah itu mereka bangun lagi. Mereka hadir lagi. Mereka tahu hidup itu bergelombang; setelah turun ia akan meninggi. Setelah tinggi pun ada masanya jatuh lagi.

Tapi mereka paham bahwa hidup adalah anugerah terbaik yang Allah berikan. Mereka kembali tersenyum karena tahu bahwa masa depannya ada di tangan Allah yang sempurna rencana-Nya. Maka buat apa menangis terus, batin mereka. Buat apa mengeluh terus, itu tak mengubah apa-apa.

Mereka tahu hidup tak selalu se-iya se-kata dengan rencana mereka. Tapi mereka pun paham bahwa yang dimudahkan adalah tanda Allah ridha. Yang ditutup jalannya berarti sudah disiapkan jalan lain yang belasan kali lebih baik. Itulah; sabar dan syukur jadi sayap yang saling mengepak.


"Perjalanan hidup seseorang akan memberitahumu tentang rahasianya", salah satu pepatah Arab bilang begitu. 

Kita mengenal orang, tiba-tiba langsung menyimpulkan bagaimana dia; itu bukanlah cara yang tepat. Riwayat perjalanan hidupnya menentukan bagaimana kita harus bersikap.

Ada orang yang dingin sekali pada orang baru, lalu kita buru-buru menyimpulkan bahwa ia kaku. Bisa saja ia pernah punya trauma, bisa saja lingkungannya pernah membuatnya takut. Kita tak akan tahu rahasianya sampai kita mencari tahu perjalanan waktunya sampai ke saat ini. 

Maka jika bertemu orang baru, bersikaplah adil: jangan buru-buru percaya, tapi juga Jangan terlalu cepat menghakimi. Kadang, jawaban dari kebingungan dan kebuntuan yang sedang kita hadapi justru adalah dengan jalan saja terus. Dengan tetap bergerak, energi kita jadi habis dengan wajar.

Berhenti sebentar untuk istirahat itu perlu, bahkan harus. Tapi rehat terlalu lama bisa membuat energi tak terpakai semestinya; akhirnya memikirkan yang tidak-tidak, melek sambil gelisah lewat jam 12 malam, "fil harakah, barakah", bergerak terus dan di situ akan tertuai berkah. Albert Einstein saja bilang, "Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving"

Anak muda seperti kita punya lebihan tenaga dan lebihan waktu. Terlalu sedikit aktivitas akan membuat kita menjompo sebelum waktunya. Jangan sampai kita seperti yang dikatakan Benjamin Franklin, "Beberapa orang meninggal pada usia 25 dan tidak dikubur sampai 75 tahun.”


Dan kau tahu apa yang menarik dari masa depan? la menawarkan harapan.

Tapi ia juga memberikan rasa khawatir karena selain harapan, a juga menyimpan ketidakpastian. Tapi justru, karena ia tak pasti, kita tetap berikhtiar sembari bersandar sepenuhnya pada Allah. Dan itu indah.

Banyak orang berharap tapi ia "terbunuh" karena malasnya ia berikhtiar. Banyak orang ikhtiar terhempas karena ia menihilkan tawakal. Dan, banyak orang bertawakal tanpa sedikitpun harap dan ikhtiar; ia bahkan tak melangkah satu jejak pun karena sejak awal salah memaknai tawakal.

Kata-kata Buya Hamka mari kita jadikan bahan renungan, "Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah."




8 Komentar

  1. Terima kasih atas tulisan yang mencerahkan. Masa lalu adalah kenangan, yang akan menjadi bekalan untuk masa depan.

    Adapun masa depan, dia menawarkan banyak harapan. Tinggal bagaimana pribadi manusia, mau berkalang dengan sedu-sedan, atau bangun menangkap peluang dan harapan.

    BalasHapus
  2. Langsung melow tahu, kalo ingat masa lalu yang indah pingin punya meski waktu buat balik, tapi kalo kenangan buruk langsung buyar gak jadi mengenang

    BalasHapus
  3. Masa lalu dijadikan sebagai kenangan, dan masa depan merupakan untuk yang kita raih.

    BalasHapus
  4. Aku punya kisah sedih di masa lalu, dan gak mau berkubang dalam keterpurukan. Sedih secukupnya dan habiskan!

    BalasHapus
  5. Setiap orang punya masa lalu, yang indah akan selalu menjadi kenangan, yang buruk atau menyedihkan jangan membuat kita terpuruk. Kita harus bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik

    BalasHapus
  6. menjadi jompo di usia muda. Banyak hal yang menjadi pergulatan batin pada usia ini. Namun, terkadang kerinduan pada masa kecil seringkali menjadi obat untuk mengobati diri kita yang seringkali tak berekspektasi apapun pada masa depan.

    BalasHapus
  7. Thank u tulisannya kak. Bisa pas banget saya lagi dilema. Berasa di mpuk-mpuk baca tulisan ini.

    BalasHapus
  8. "jangan jompo sebelum waktunya. anak muda punya banyak waktu dan kesempatan". suka sekali sama kata-katanya, sebagai anak, muda aku merasa diingatkan. terimakasih untuk tulisan yg bermanfaat ini.

    BalasHapus

Posting Komentar