Upaya Konkret Penyelamatan Dunia

source: healdarked(instagram)

Mencuci Piring sebagai Fenomena Kemanusiaan: Telaah Sederhana atas Hakikat dan Metodologinya

Tulisan singkat dan sederhana ini akan mengelaborasi poin-poin penting berkaitan dengan Mencuci Piring. Dikutip dari CNN Indonesia, mencuci piring merupakan aktivitas rumah tangga yang dapat menjadi meditasi dirimu di kala stress dan jenuh. Sederet penelitian mengungkapkan bahwa dengan mencuci piring seseorang dapat memperbaiki mood dan menjauhkan seseorang dari pemikiran buruk. 


Dilansir dari Wall Street Journal, disebutkan bahwa kegiatan mencuci piring membuat seseorang terpusat pikirannya pada air dan sabun. Sentuhan piring dan air yang menjadi bersih menstimulasi rasa senang dan menurunkan ketegangan. Efek yang dimunculkan dari mencuci piring juga sama halnya dengan bermeditasi. Penelitian dari Florida State University menambahkan bahwa mencuci piring merupakan kegiatan meditasi murah yang dapat mengurangi ketegangan hingga 23 persen dan memperbaiki mental hingga 25 persen. Menarik bukan? 


Pembagian bahasan dalam tulisan ini sendiri akan terbagi menjadi:

1) Urgensi

2) Relevansi

3) Metodologi


1) Urgensi

Piring, sebagai alat makan yang cukup vital bagi manusia. Tidak, maksud saya sangat-sangat vital bagi kelangsungan hidup umat manusia. Piring telah menjadi mikro-struktur yang menopang keberlangsungan peradaban. Tanpa menafikan peran sendok, garpu, dan alat makan lainnya, piring tetap memiliki signifikansinya tersendiri.


Peradaban manusia perlu disokong oleh kesehatan, baik fisik maupun spiritual. Proses mengonsumsi makanan termasuk dalam upaya strategis menjaga kesehatan fisik tersebut. Oleh karenanya sebagai proses yang sangat penting, higienitas menjadi harga mati alias prais dai. Tak bisa ditawar, ditambah ataupun dikurangin segala tata tertibnya.


Dari premis-premis absurd di atas, dapat kita tarik suatu kesimpulan bahwa pencucian piring adalah upaya konkret menyelamatkan peradaban. Ya, kita sama sekali tidak salah baca, upaya konkret menyelamatkan peradaban umat manusia.


2) Relevansi

Berdasarkan elaborasi konkret, komplit, dan penting yang telah disusun di atas, relevansi mencuci piring dapat ditafsirkan sebagai usaha secara sadar menjaga kesehatan demi masa depan yang lebih baik.


Klaim di atas dapat dijelaskan lebih rinci, yaitu pembersihan sisa-sisa makanan adalah semata-mata agar makanan dapat diperlakukan dengan baik dan adil. Makanan sisa akan dibuang (adil) sehingga makanan yang baru kelak tidak akan berpapasan dengan makanan yang telah sisa (adil). Tanpa adanya proses itu, keadilan bagi makanan sisa dan keadilan bagi makanan baru tidak akan pernah bisa didapatkan.


3) Metodologi

Poin ini saya kira akan sedikit memancing banyak perdebatan. Metode yang sudah saya susun tidak berpretensi sebagai konsep universal yang meliputi segala hal dan mencakup segala aspek. Metode ini sangat-sangat partikular, subjektif, dan terbatas pada kondisi pribadi. Dalam melakukan kegiatan mencuci piring, pertama-tama, saya akan mengenali dengan teliti piring-piring mana yang dapat diklasifikasikan sebagai satu jenis tertentu. Proses klasifikasi ini cukup penting karena sebelum mengeksekusi piring-piring, kita perlu mencerap hakikat dari piring. Sebakda proses klasifikasi selesai, selanjutnya adalah proses eksekusi piring-piring untuk dicuci. Proses ini adalah proses yang sangat mudah, jika dan hanya jika (if and only if), kita telah mengenali hakikat setiap piring beserta golongannya yang beragam.


Tujuan final dari proses eksekusi ini adalah penyempurnaan bagi dua aspek, yaitu pengetahuan atas hakikat piring dan tindakan yang adil terhadap masing-masing hakikat itu. Jika kedua aspek tersebut telah utuh, maka suatu subjek rasional tertentu (manusia) telah berhasil mencuci piring.


Wallahu A'lam Bisshowab.

Selamat mencuci piring!

9 Komentar

  1. Wah kebetulan aku suka nyupir (nyuci piring).

    BalasHapus
  2. Mencuci piring kadang dianggah sepele, padahal nyatanya mencuci piring memaksa kita untuk benar-benar fokus saat mencuci.

    BalasHapus
  3. Jadi, metode cuci piring seperti apa yang akan menyelamatkan umat manusia dari kepunahan?

    BalasHapus
  4. Pengenalan terhadap jenis piring dapat mendorong keberhasilan pada saat proses mencuci piring nya nanti.

    BalasHapus
  5. Tiada hari tanpa mencuci piring, namun belum menyadari bahwa mencuci piring menjadi sarana untuk bermeditasi.

    BalasHapus
  6. Kalau nyuci piringnya dengan sadar, meskipun banyak ga terasa udah selesai aja meskipun malesin. Hahah

    BalasHapus
  7. Unik banget temanya, cuci piring. Pekerjaanku sehari-hari, hihi.

    BalasHapus
  8. Saya gak suka cuci piring, saya sukanya main air dan gelembung sabun

    BalasHapus

Posting Komentar